SEBUAH PERTANYAAN
2020-04-05


 Mengenai kehidupan aku pernah bertanya kepada diri ku sendiri, untuk apa aku disini? Mengapa aku di ciptakan sebagai manusia? Mengapa tidak sebagai tumbuhan atau hewan? Pertanyaan ini terlontar begitu saja ketika aku masih duduk di bangku sekolah dasar.

 Seiring berjalannya waktu aku mendapatkan jawabnnya ”aku di sini untuk makan dan minum, ”, namun jika aku lihat hewan pun makan dan minum, begitupun dengan tumbuhan yang dapat mengolah makanan nya sendiri. Lantas apa yang menjadikan aku manusia sempurna dan berbeda dengan makhluk Allah yang lain?

Muncul jawaban lain, ”aku di sini untuk mencari dan mendapatkan kekuasaan”. Pencapaian kekuasaan dan kedudukan mungkin penting, menurut ku hal ini cukup memuaskan dan membuat gairah hidup semakin terarah kepada "kekuasaan" tetapi kemudian aku pun sadar dan tahu bahwa keduanya bersifat sementara.

Kekuasaan jenis apapun suatu saat akan jatuh atau sebaliknya. Kekuasaan bisa diambil dari orang lain, dan orang pun sedang menunggu untuk mengambil atau merampasnya. Ini membuat ku frustasi

Kemudian muncul jawaban berikutnya, ”aku di sini untuk mendapatkan kehormatan”. Kehormatan tidak akan didapatkan dengan sendirinya, seseorang harus bersikap rendah hati dan menghormati orang lain terlebih dahulu agar kemudian mendapatkan kehormatan yang dicarinya.

Aku sudah memiliki nya jawab ku dalam hati Setelah aku fikir lebih jauh dalam perjalanan hidup sesungguhnya, kita melihat bahwa keinginan diri eksternal kita adalah satu-satunya yang kita ketahui, sementara kita tidak mengetahui kebutuhan diri sejati, yakni kebutuhan batin kita.

Aku tahu bahwa manusia menginginkan makanan dan pakaian yang baik, kehidupan yang nyaman dan menyenangkan, mendapatkan kehormatan, dan segala cara untuk kepuasan ego kita, dan kesemuanya ini kelihatannya seperti satu-satunya keinginan kita yang tampak jelas.


 Namun itu semua tidak menjadikan ku puas aku merasa diri ini masih hampa Lalu aku berpikir bahwa apa yang padaku hanya sedikit dan mungkin dibutuhkan lebih banyak lagi untuk memuaskan keinginan dan kebutuhan ku, tetapi setelah diperbanyak tetap saja masih kurang. Bahkan andaikata seluruh alam semesta berada dalam genggaman ku saat ini, tetap saja tidak bisa memuaskan keinginan ku.


Aku berfikir apa aku manusia yang serakah atau hanya ingin kesempurnaan diri? Aku sangat takut aku orang yang tidak berani bertanya pada orang lain aku lebih senang mendapatkan jawabnya sendiri. Karena itu aku sering membaca buku dan ketika aku menginjak usia 13 tahun aku mendapatkan jawaban nya bahwa.

 Hidup adalah perjalanan dari satu kutub ke kutub lainnya, dan kesempurnaan hidup adalah tujuan akhir dari kehidupan yang tidak sempurna ini. Fitrah manusia tidak bisa menerima kalau akhir perjalanan hidupnya sama seperti hewan, yakni lahir, hidup, mati dan kemudian selesai.

Fitrah manusia ingin agar hidupnya lebih bermakna, ingin agar perjuangan dalam hidupnya ini tidak berakhir dengan sia-sia. Makna hidup, itulah yang menjadi kata kunci eksistensi manusia. yang membedakan manusia dari makhluk lainnya. Allah menciptakan manusia tidak untuk kesia-siaan, setiap manusia akan kembali kepada-Nya untuk dimintai pertanggungjawaban ketika menjalani hidup di dunia.

Maka, keyakinan akan adanya kehidupan akhirat memberikan dimensi spiritualisme dan idealisme kepada orang yang beriman dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Sebaliknya orang yang tidak beriman memaknai hidupnya hanya dalam dimensi materialisme dan pragmatisme.

Segala sesuatu diukur dengan keuntungan materi dan diorientasikan kepada kemanfaatan segera atau sesaat. Berbeda dengan orang beriman yang mengorientasikan hidupnya ke masa depan yang jauh, yaitu akhirat (surga) . Ia sadar sepenuhnya bahwa tidak semua yang diusahakan dan diperjuangkannya dalam hidup ini bisa tercapai. Tetapi ia tidak kecewa dan ridha karena yakin bahwa perjuangannya tidak sia-sia, semua ada imbalannya nanti.

 Jawaban yang kudapat ini membuat ku tenang dan seperti terlahir kembali aku ingin segera mungkin menjadi dewasa dan memberikan serta mengabdikan diri untuk Agama dan alam Indonesia yang telah memberikan hasil alamnya kepada ku untuk terus berkembang.

Comments

  1. Tunggu aku di masa depan ya,, jika Allah mengijinkan kalaupun tidak masa depan ku adalah akhirat itu lebih baik

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Kebebasan

Lompatan Tinggi